Selasa, 23 November 2010

The Best Story from Beijing

Kisah ini terjadi di beijing Cina, seorang gadis bernama Yo Yi Mei
memiliki cinta terpendam
terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak
pernah mengungkapkannya,
Ia hanya selalu menyimpan di dalam hati & berharap
temannya bisa mengetahuinya sendiri.
Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya
menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.

Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera
menikah
hatinya sesak, tapi ia tersenyum aku harap kau bahagia
Sepanjang hari. Yo Yi mei bersedih, ia menjadi tidak ada
semangat hidup,
tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya

12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan
pernikahannya
yg akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan
datang,
sahabatnya melihat Yi Mei yg menjadi sangat kurus & tidak ceria
Dan bertanya;

"apa yg terjadi denganmu , kau ada masalah ?"

Yi mei tersenyum manis sambil berkata "mungkin Kau salah lihat, aku tak
punya masalah apa apa & wah contoh undanganya bagus yah, tapi aku lebih setuju jika kau
pilih warna merah muda, lebih lembut"
Begitu cara Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya ..

Sahabatnya tersenyum & berkata "Oh ya, hmmm aku kan menggantinya,
terimakasih atas sarannya Mei,
aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana
melihat lihat perabotan rumah.! daaah"

Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, Ia pulang dgn hati
yg sakit.

18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma,
Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi
Mei untuk hidup,
semua organnya yg berfungsi hanya pendengaran , dan
otaknya, yg lain bisa dikatakan Mati
dan semuanya memiliki alat bantu, hanya muzizat yg bisa
menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan
ia menunda pernikahannya.
Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya.
Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan Suntik Mati untuk Yi
Mei
Karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.

10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember
1994 Yi Mei akan disuntik mati
dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon
diberi kesempatan berbicara yang terakhir,
sahabatnya menatap Yi Mei yg dulu selalu bersama
Sambil mendekat berbisik di telinga Yi Mei

"Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu
kupu?...
kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu,
dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama
gara gara kita datang terlambat,
kita langganan kena hukum ya ?
Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di
lumpur saat kau ikut lomba lari,
kau marah dan mendorongku hingga akupun kotor ?...
Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu ? ...
Aku tak pernah melupakan hal itu
Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum
seperti dulu,
aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega
meninggalkan sahabatmu ini ?...."

(Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes
membasahi wajah Yi Mei)

"Mei.. .kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau
disuntik mati,
rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku
ingin kau hidup, kau tahu kenapa ?...
karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan
padamu, takut kau menolakku
Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau
hidup,
Aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, Dengarkan aku Mei
bangunlah . !!"

(Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei)

"Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban
buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total.
Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin
didengar Tuhan
Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat ... !!
kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat
mencintaimu
aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-
bayangi diriku
sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya
itu Mei
Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan
membatalkan pernikahanku,
aku tak peduli tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku
sebagai sahabat"

(Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei)

Sambil berbisik;
"Aku sayang kamu, aku mencintaimu"

(suaranya terdengar parau
karena tangisan.)

7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan
dalam diri Yi Mei,
jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru parunya,
organ tubuhnya bekerja, Sungguh sebuah keajaiban !!
Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan
keajaiban yang terjadi.
Dan sebuah mujizat lagi masa koma lewat.

Pada tgl 11 Des 1994
14 Des 1994 Saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara,
sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia,
dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi.

"Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik"

(sahabatnya
memeluk erat Yi Mei)

Yi Mei tersenyum dan berkata;
"Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau
mencintaiku,
tahukah kau aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku
harus berjuang untuk hidup
Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat
mencintaimu"

lalu Lei memeluk Yi Mei dan berkata;
"Aku sangat mencintaimu juga"

17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia
dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak
laki laki yang telah berusia 14 tahun.
Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.

Cinta dapat menyembuhkan segalanya.
Praise the Lord !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar