Jumat, 04 Mei 2012

Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani...

Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.
"

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"

"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"

"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
" lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."

"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.

Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan.
"

"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."

Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat"
:-)




SEMANGAT !

Selasa, 24 Januari 2012

"Bacain Jessi dong Pa"

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah. Dia sedang mempersiapkan rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham yang akan diadakan besok pagi. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat di sampingnya sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut dan sangat menarik perhatian Jessica.

"Pa liat!" Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.

Budi menengok ke arahnya sambil menurunkan kacamatanya. Kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi, "Wah,.. buku baru ya Jes?"

"Ya papa", Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.

"Bacain Jessi dong Pa", pinta Jessica lembut.

"Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakan di depannya, dengan serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu, "Pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi..".

Budi mulai agak kesal, "Jes, papa sibuk. Sekarang Jessi suruh mama baca ya?"

"Pa, mama cibuk terus, papa liat deh gambarnya lucu-lucu!"

"Lain kali Jessica, sana! Papa lagi banyak kerjaan". Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi.

Menit demi menit berlalu. Jessica menarik nafas panjang dan tetap di situ, berdiri di tempatnya penuh harap. Dan tiba-tiba ia mulai lagi, "Pa,..gambarnya bagus. Papa pasti suka".

"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras. Kali ini Budi berhasil.

Semangat Jessica kecil terkulai. Dia hampir menangis dan dengan mata berkaca-kaca, ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,.. lain kali ya pa?" Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".

Hari demi hari berlalu dan tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita ‘Peri Imut' belum pernah dibacakan bagi dirinya.

Hingga pada suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!". Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter. Dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih, "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama". Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sampai di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan Budi tangan mungil anaknya yang memohon untuk dibacakan sebuah cerita. Kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, "Papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger". Kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanyalah keheningan dan kesunyian hati. Canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi. Budi mulai membuka buku cerita ‘Peri Imut' yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi. Sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.

Budi menguatkan hati. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras. Tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras. Ia terus membacanya dengan suara keras halaman demi halaman dengan berlinang air mata.

"Jessi dengar papa baca ya." Selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi, "Jessi, papa mohon ampun nak,... papa sayang Jessi." Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya. Tak kuasa menahan itu, Budi bersujud dan menangis, memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

.". Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita. Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.

Kamis, 24 November 2011

Cinta yang Sesungguhnya !

John dan Jessica telah berumah tangga selama 5 tahun

Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica..

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..
Hari pertama pernikahan mereka.. Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, "Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor.."

Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, " Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya." Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, "Tuhan....Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa, Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku.."

Tahun kedua pernikahan mereka..John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.
Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, "Jangan, John..Aku malu.."..John tersenyum dan berkata, "Ya, aku mengerti.." Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.." Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan."

Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John..
Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan....Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya. .Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku."

Tahun keempat pernikahan mereka.. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..
Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan."

Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit....
Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.." Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.."

DiTahun keenam, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..
Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. .Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya.. Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri.. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, "Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku.. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini.. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan.. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.."

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya.." Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku.."..
Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..
"Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. .Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU."

Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan dan harga diri kita sendiri? Jangan sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..

Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya. Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya..

Kamis, 10 November 2011

Antara Cinta dan Emas

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu.
Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas dan mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah memilih & mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?" Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."

Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?"

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"

Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. "

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?"

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi hati saya memilih emas ini, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu."

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi.

"Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas dan mana yg kuningan, mana yg 1 karat dan mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?". "Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil. Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.

"Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapatyang lebih baik dari punya saya ini. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni."

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata, "Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja."

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. "

Demikianlah raja yg baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Bagi yang sedang mencari pasangan (setengah hari untuk memilih). Memilih memang boleh, tapi manusai tidak ada yang sempurna. Jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

Bagi yang telah memperoleh pasangan (setengah hari untuk merenungkan). Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objectif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan) dan menyelaraskan hati Anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal bagaimana Anda menerimanya. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak.

"Cinta selalu berjuang" Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yang terpenting adalah niat baik diantara pasanagan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya di atas.
Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi? Ingatlah si dia adalah hadiah, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.

Secangkir Kopi...! Air Mendidih ?


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhn...ya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Rabu, 19 Oktober 2011

Betapa Berharganya Sebuah Hidup

Wanita pada gambar ini adalah Katie Kirkpatrick, dia berumur 21 thn. Dan tunangannya adalah Nick, 23. Gambar itu diambil tidak lama sebelum pernikahan mereka, yang dilaksanakan tanggal 11 Januari 2005 di US. Katie menderita kanker stadium akhir dan menghabiskan beberapa jam setiap harinya untuk terapi.
Dalam kesulitannya untuk menahan rasa sakit, kegagalan organ dan morphin , Katie tetap mau melaksanakan acara pernikahannya dan memperhatikan setiap detail. Gaun pengantin-nya perlu diperkecil beberapa kali karena Katie terus menerus kehilangan berat badannya.

Pernikahan dengan aksesoris yang tidak biasa dengan selang oksigen, Katie tetap memakainya baik dalam upacara dan resepsi pernikahannya.

Pasangan yang lain di gambar adalah orang tua Nick yang ikut bersuka-cita melihat anak lelaki-nya menikahi sang pujaan hati, teman sekolahnya.

Katie, di kursi rodanya dengan selang oksigen, mendengarkan sebuah lagu dari suaminya dan teman-temannya.
Dalam resepsi, Katie perlu beberapa kali istirahat. Rasa sakitnya membuat ia tidak bisa berdiri terlalu lama.

Katie meninggal 5 hari kemudian setelah pernikahannya.

Melihat seorang wanita yang sakit kritis dan lemah melakukan pernikahan dan dengan sebuah senyuman di wajahnya membuat kita berpikir..... Kebahagiaan bisa dicapai, tidak perduli bisa bertahan berapa lama. Kita seharusnya tidak membuat hidup kita menjadi rumit.
Kita menyadari bahwa setiap hari yang dipertambahkan Tuhan adalah Hadiah yang terbaik buat kita dan Marilah senantiasa mempergunakan dengan baik Waktu yang Tuhan telah berikan kepada kita dengan hal hal yang baik.

Tuhan memberkati kita.

Senin, 27 Desember 2010

Ayah dan Kalung.

Di malam hari, si ayah selalu membacakan cerita untuk anak perempuannya.

Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya pd anaknya, "Nak, apa kamu sayang papa? "Si anak menjawab, "tentu saja aku sayang papa".

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "kalau begitu, boleh papa minta kalungmu?" Lalu si anak menjawab, "papa, aku sayang papa tapi
aku juga sayang sama kalung ini."

Lalu ayah berkata,"ya sudah tdk papa. Ayah hanya bertanya." Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anakpun menjawab dengan kata yang sama.

Si anak berfikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu. "Kenapa tiba2 papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayang. Kalung pemberian papa juga". Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, "papa, papa tau aku sayang sama papa dan kalung ini. Tapi kalau papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke papa". Si anak memberikan kalungnya dan
ayahnya mengambilnya dengan tgn kiri. Lalu ayahnya memasukan tangan kanan kesaku kanannya dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya. "Nak, sebetulnya kalung ini sudah ada disaku papa sejak pertama kali papa minta kalungmu. Tapi papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan papa gantikan dengan yang lebih bagus".


.'. Sering kali qta merasa Tuhan ga adil, Dia yg memberikan tapi kenapa Dia juga yang minta. Kita slalu sakit dan kecewa bahkan dibuat sampai berlarut lamanya.

Tidakkah kamu tau, disaat Tuhan mengambil sesuatu yg berharga dihidupmu itu karena Tuhan ingin menggantikan dengan yang lebih lagi dari yang kamu miliki sekarang.

Selasa, 14 Desember 2010

Anak Cacat yang Spesial.

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, “Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...” Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, “Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.” Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak. Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi, “Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami.” Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. “Anak laki-laki, pak,” kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata, ”Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.” Si ayah membalas, “Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk” ”Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain,” jelas si dokter. ”Apa maksud bapak?” si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, ”Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius.” Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, “Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu.”

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua.

Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Namanya Raymond. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.


Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. 'Woi anak gw nih… ganteng kan ?' Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia memilika kelainan mental..

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kekurangannyanya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes.

Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka dengan kekurangannya itu..

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak  ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, 'Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa.'

Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi 'ting', maka anak itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, 'Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya'.

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai berkokok, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir,

'Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama.' Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, 'Kalau 2 sendok teh saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka.' Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu.

Lalu Raymond mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, ' Papa , bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa.'

Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma 'sedap' dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut.

'Wah pasti enak nih.'

Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, 'Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?'

Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak ini sudah melanjutkan, ' Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan, amin.'

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya,

'Enak kan pa?'

'Iya, enaaaak sekali,' lalu melanjutkan makan.

Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, 'Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….'

Si ayah berkata, 'Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.'

Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, 'Harum dan enak kan pa?'

Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya,

'Pahit, tapi papa suka sekali.'

Dan dengan lugunya si anak menjawab, 'Ya iya dong papa, kopi kan pahit…,' karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata
'Ray, kamu tau nggak…'

'Nggak paa,' potong si anak cacat tersebut.

Lalu si ayah melanjutkan, 'Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.'
Lalu si anak menjawab, 'Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat papa.'

Lalu si ayah berkata lagi, 'Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?'
Si anak sambil menggelengkan kepala, 'Nggak tau pa….'

'Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.' Lalu si ayah melanjutkan, 'Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang sekali sama kamu?' Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, 'Nggak tahu pa…..'

'Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeeeeeeeeeng banget.'

'Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.'

Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya, 'Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.'

Lalu si anak menjawab, 'Sama-sama papaah….'

Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, 'Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku…'

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut?

Mungkin kamulah dia, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan.

Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

NB: Memang sulit melihat kenyataan bahwa kitalah anak cacat tersebut. Mengasihi dan menerima seorang anak yang cacat, yaitu seorang anak yang menurut nalar tidak memiliki masa depan dan tidak dapat diharapkan pastilah benar-benar memerlukan suatu “kasih tidak bersyarat” yang merupakan suatu pergumulan besar dalam hidup manusia.

Beda antara suka, cinta dan sayang

Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai, kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan."

Sabtu, 27 November 2010

My Favourite Song

Jalan hidupku tak selalu
Tanpa kabut yang pekat
Namun kasih Mu nyata padaku
Pada Waktu Mu yang tepat

Seperti Pelangi sehabis hujan
Demikian kasih setia Mu Tuhan
Dibalik dukaku telah menanti
Harta yang tak ternilai dan abadi

Mungkin langit pun tak terlihat
Tertutup awan tebal
Namun hatiku kan tetap kuat
Oleh janji Mu yang kekal

Selasa, 23 November 2010

Lakukan Perkara Kecil

Hari itu adalah hari pertama saya masuk SMA, saya melihat seorang anak dari kelas saya pulang sekolah dengan membawa semua bukunya. Namanya Alex. Saya berpikir, “Mengapa dia membawa pulang semua bukunya di hari Jumat? Pasti dia orang yang aneh.”

Saya sendiri sudah memiliki rencana untuk akhir minggu ini, pesta dan nonton pertandangan sepakbola. Jadi saya mengangkat bahu saya dan kembali berjalan pulang.

Dalam perjalanan, saya melihat beberapa anak lain berlari melewati Alex dan menyenggolnya. Alex terjatuh, buku-bukunya berhamburan, kacamatanya terlempar dan saya berdiri sekitar sepuluh kaki di belakangannya. Saya melihat matanya terlihat sangat sedih. Hati saya merasa kasihan, jadi saya mendekatinya dan membantunya bangun.

Saat saya menemukan kaca matanya dan memberikan kepadanya, saya berkata, “Anak-anak itu pecundang. Mereka harusnya agak menjauh tadi.”

Dia menatap saya dan berkata, “Terima kasih!” Terlihat sebuah senyum yang besar di wajahnya.

Senyum itu benar-benar tulus yang mengungkapkan rasa terima kasih. Saya membantunya memunguti bukunya yang berhamburan, dan bertanya dimana dia tinggal. Ternyata dia tinggal tidak jauh dari saya. Tapi saya belum pernah melihat dia di lingkungan saya sebelumnya, jadi saya bertanya. Alex mengatakan dia sebelumnya mengikuti sekolah khusus.

Sepanjang perjalanan pulang, kami banyak berbincang dan saya membawakan beberapa bukunya. Ternyata dia anak yang cukup asik. Saya mengajaknya untuk bermain bola Sabtu besok dengan teman-teman saya, dan dia menjawab, “ya.”

Semakin saya mengenal Alex, semakin saya suka dengannya. Selama empat tahun kemudian, kami menjadi teman baik. Hingga hari kelulusan menjelang, Alex yang lulus dengan nilai terbaik diminta untuk menyampaikan pidato perpisahan. Saya sangat bersyukur, bukan saya yang diminta untuk menyampaikan pidato itu.

Pada hari kelulusan saya bertemu dengan Alex. Dia terlihat sangat hebat. Dia adalah salah satu dari pria-pria yang favorit semasa SMA. Sangat bersemangat dan terlihat gagah dengan kacamatanya. Lebih banyak gadis yang menyukai dia dari pada saya. Terkadang saya iri juga kepadanya.

Saya lihat dia sangat gugup menjelang pidatonya, jadi saya pukul dia dari belakang, “Hei bung, kamu pasti hebat!” Dia melihat saya dan tersenyum. “Terima kasih,” ungkapnya.

Ketika dia mulai berpidato, dia menarik nafas panjang dan mulai berkata, “Kelulusan adalah waktu untuk berterima kasih kepada mereka yang menolong kita menjalani tahun-tahun yang berat. Orang tua Anda, guru Anda, saudara Anda, mungkin pelatih.., tetapi yang terutamama adalah teman-teman. Saya disini untuk memberi tahu Anda bahwa menjadi teman seseorang adalah hadiah terindah yang bisa Anda berikan. Saya akan menceritakan sebuah cerita kepada Anda.”

Saya hanya memandang sahabat saya itu dengan rasa tidak percaya, ketika ia menceritakan perjumpaan pertama kali kami saat ia jatuh dengan buku-bukunya itu. Saat itu dia sedang merencanakan untuk bunuh diri di akhir minggu itu. Dia mengatakan sengaja membawa semua benda miliknya pulang, sehingga ibunya tidak perlu lagi melakukannya nanti. Dia memandang lurus pada saya dan tersenyum, “Untunglah saya diselamatkan. Sahabat saya telah melakukan sesuatu yang tidak terkatakan.”

Saya mendengar tepuk tangan dari kerumunan bagi pria gagah yang menceritakan masa terlemah dalam hidupnya itu. Saya melihat ayah dan ibunya memandang saya dengan senyuman penuh terima kasih. Hingga saat ini, saya tidak pernah tahu bahwa apa yang saya lakukan ternyata berdampak begitu besar.

*Thank U for all my riends...

Hadiah Cinta di Setiap Kesulitan

Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita
muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dgn
hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan
tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong
sampai menemukan kursi yg tadi dikatakan kosong oleh si
sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya
dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.

Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara
salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya & terlempar
kedunia yg gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa
kasihan pada diri sendiri.
Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh
nasib mengerikan yg membuatnya kehilangan kemampuan,
merasa tak berdaya & menjadi beban bagi semua orang
disekelilingnya.

“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?” dia bertanya-
tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapapun
seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia
mengerti kenyataan yg menyakitkan itu penglihatannya
takkan pernah pulih lagi.

Depresi mematahkan semangat Susan yg tadinya selalu
optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan
berat yang menguras tenaga & membuatnya frustrasi. Dia
menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya.


Mark
seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dgn
tulus.
Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat
bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark
bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan
& rasa percaya diri yg dibutuhkan Susan untuk menjadi
mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih
untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini
adalah pertempuran yg paling sulit yg pernah dihadapinya.

Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia
akan bisa ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi
sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark
menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun
tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan.

Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark
puas karena bisa melindungi istrinya yg buta, yg tidak
yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun.
Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru
membuat mereka terburu-buru, & terlalu mahal. Susan harus
belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi,
baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan
telah membuatnya merasa tidak enak.
Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana
reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri
mendengar gagasan untuk naik bus lagi.

“Aku buta!” tujasnya
dengan pahit. “Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku
merasa kau akan meninggalkanku” Mark sedih mendengar kata-
kata itu, tetapi ia tahu apa yg harus dilakukan. Dia berjanji
bahwa setiap pagi & sore, ia akan naik bus bersama Susan,
selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi
sendiri.
Dan itulah yang terjadi.

Selama 2 minggu penuh Mark,
menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke
dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan
bagimana menggantungkan diri pada indranya yg lain,
terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia
berada & bagaimana beradaptasi dgn lingkungan yg
baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-
sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia
membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak
terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau
menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap
pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan
naik taksi ke kantornya.
Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada
yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum
Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya
kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya
sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya, wanita yang
tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan
pernah menyerah.

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan
perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum
berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi
kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-
kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan
cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama
kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan.

Senin, Selasa, Rabu, Kamis … Setiap hari dijalaninya dengan
sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia
berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari
Jum ’at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika
dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu
berkata : ”wah, aku iri padamu”. Susan tidak yakin apakah sopir
itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada
seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha
menemukan keberanian untk menjalani hidup?

Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, “Kenapa kau bilang
kau iri kepadaku?” Sopir itu menjawab, “Kau pasti senang selalu
dilindungi dan dijagai seperti itu”. Susan tidak mengerti apa
maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya.”Apa maksudmu?” Kau
tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan
berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu
waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau
menyeberang dgn selamat dan dia mengawasimu terus
sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan
ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi.

"Kau wanita yg
beruntung”. kata sopir itu.
Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun
secara fisik tdk dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan
kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark
memberikannya hadiah yg jauh lebih berharga daripada
penglihatan, hadiah yg tak perlu dilihatnya dgn matanya
untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yg bisa menjadi penerang
dimanapun ada kegelapan…..

*You never a.l.o.n.e.

Aku Ingin Pakai Baju Merah

Cindy yang bekerja rangkap sebagai pendidik dan penyedia peralatan kesehatan juga menangani sejumlah anak yang terkena virus penyebab Aids. Persahabatannya dengan mereka sangat dekat. Ada satu peristiwa yang begitu menggugah perasaannya mengenai seorang anak bernama Tyler.

Tyler lahir tertular HIV dari ibunya. Sejak awal kehidupannya, ia sangat bergantung pada pengobatan agar dapat bertahan hidup. Waktu ia berusia 5 tahun, sebuah selang dimasukkan dengan operasi ke dalam pembuluh darah di dalamnya yang disumbangkan pada sebuah pompa dalam tas punggung kecil yang dibawanya. Obat-obatan dan oksigen dikaitkan pada pompa ini secara terus-menerus untuk diteruskan melalui pipa ke dalam aliran darahnya serta untuk membantunya bernafas.

Tyler tidak mau menyerahkan sesaat pun masa kanak-kanaknya pada penyakit yang mematikan itu. sering kali ia bermain dan berlari di halaman belakang.Mengenakan tasnya yang penuh obat dan menyeret tangki oksigen dalam kereta kecilnya. Semua orang yang mengenal Tyler kagum pada kebahagiaannya yang tulus untuk dapat hidup dan kekuatan yang didapatnya dari sikapnya itu. Ibu Tyler sering menggodanya dengan mengatakan padanya bahwa ia bergerak begitu cepat sehingga dia harus memberinya pakaian merah. Dengan begitu, kalau sang ibu mengintip ke luar jendela untuk memeriksanya bermain di halaman, ia bisa menemukannya dengan cepat.

Penyakit menakutkan ini akhirnya menguras seluruh tenaga Tyler, sakitnya makin parah dan begitu pula ibunya yang tertular HIV. Saat-saat menjelang kematiannya, ibu Tyler berbicara padanya tentang kematian. Ia menghibur dan mengatakan bahwa ia juga akan mati dan menyusulnya ke surga.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Tyler memberi isyarat kepada Cindy
untuk mendekat ke ranjangnya dan berbisik,"Aku akan mati sebentar lagi. Aku tidak takut! Kalau aku mati, aku mau dipakaikan baju merah. Mama janji akan menyusul ke surga. Aku pasti sedang bermain waktu mama datang, dan aku ingin memastikan Mama bisa menemukanku!"

Yes God, i'm really aproud to Tyler.
I love you Tyler.

The Best Story from Beijing

Kisah ini terjadi di beijing Cina, seorang gadis bernama Yo Yi Mei
memiliki cinta terpendam
terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak
pernah mengungkapkannya,
Ia hanya selalu menyimpan di dalam hati & berharap
temannya bisa mengetahuinya sendiri.
Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya
menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.

Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera
menikah
hatinya sesak, tapi ia tersenyum aku harap kau bahagia
Sepanjang hari. Yo Yi mei bersedih, ia menjadi tidak ada
semangat hidup,
tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya

12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan
pernikahannya
yg akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan
datang,
sahabatnya melihat Yi Mei yg menjadi sangat kurus & tidak ceria
Dan bertanya;

"apa yg terjadi denganmu , kau ada masalah ?"

Yi mei tersenyum manis sambil berkata "mungkin Kau salah lihat, aku tak
punya masalah apa apa & wah contoh undanganya bagus yah, tapi aku lebih setuju jika kau
pilih warna merah muda, lebih lembut"
Begitu cara Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya ..

Sahabatnya tersenyum & berkata "Oh ya, hmmm aku kan menggantinya,
terimakasih atas sarannya Mei,
aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana
melihat lihat perabotan rumah.! daaah"

Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, Ia pulang dgn hati
yg sakit.

18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma,
Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi
Mei untuk hidup,
semua organnya yg berfungsi hanya pendengaran , dan
otaknya, yg lain bisa dikatakan Mati
dan semuanya memiliki alat bantu, hanya muzizat yg bisa
menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan
ia menunda pernikahannya.
Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya.
Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan Suntik Mati untuk Yi
Mei
Karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.

10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember
1994 Yi Mei akan disuntik mati
dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon
diberi kesempatan berbicara yang terakhir,
sahabatnya menatap Yi Mei yg dulu selalu bersama
Sambil mendekat berbisik di telinga Yi Mei

"Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu
kupu?...
kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu,
dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama
gara gara kita datang terlambat,
kita langganan kena hukum ya ?
Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di
lumpur saat kau ikut lomba lari,
kau marah dan mendorongku hingga akupun kotor ?...
Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu ? ...
Aku tak pernah melupakan hal itu
Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum
seperti dulu,
aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega
meninggalkan sahabatmu ini ?...."

(Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes
membasahi wajah Yi Mei)

"Mei.. .kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau
disuntik mati,
rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku
ingin kau hidup, kau tahu kenapa ?...
karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan
padamu, takut kau menolakku
Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau
hidup,
Aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, Dengarkan aku Mei
bangunlah . !!"

(Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei)

"Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban
buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total.
Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin
didengar Tuhan
Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat ... !!
kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat
mencintaimu
aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-
bayangi diriku
sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya
itu Mei
Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan
membatalkan pernikahanku,
aku tak peduli tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku
sebagai sahabat"

(Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei)

Sambil berbisik;
"Aku sayang kamu, aku mencintaimu"

(suaranya terdengar parau
karena tangisan.)

7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan
dalam diri Yi Mei,
jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru parunya,
organ tubuhnya bekerja, Sungguh sebuah keajaiban !!
Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan
keajaiban yang terjadi.
Dan sebuah mujizat lagi masa koma lewat.

Pada tgl 11 Des 1994
14 Des 1994 Saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara,
sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia,
dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi.

"Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik"

(sahabatnya
memeluk erat Yi Mei)

Yi Mei tersenyum dan berkata;
"Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau
mencintaiku,
tahukah kau aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku
harus berjuang untuk hidup
Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat
mencintaimu"

lalu Lei memeluk Yi Mei dan berkata;
"Aku sangat mencintaimu juga"

17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia
dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak
laki laki yang telah berusia 14 tahun.
Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.

Cinta dapat menyembuhkan segalanya.
Praise the Lord !

Sabtu, 20 November 2010

Hey... This is me..

Hai, perkenalkan nama saya Dora Ivana Olivia Hutajulu... Saya mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) jurusan Public Relations (PR).
Dari kecil saya suka membaca buku fiksi, terutama novel. Beranjak dewasa, saya begitu tertarik dengan cerita-cerita yang mengubah banyak hidup orang lain. Buat saya itu tidak sekedar dongeng, tetapi juga inspirasi dan motivasi saya untuk lebih peka dengan keadaan sekeliling saya. Ada begitu banyak pesan yang terdapat pada masing-masing ceritanya.Saya harap anda diberkati melalui posting-posting yang saya tuliskan untuk anda. 
Dan semoga tidak hanya saya yang menyukai cerita-cerita tersebut. Blessing you all the time.
Happy day.